Peringatan HDI 2024 dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti penampilan seni berupa tari Dolalak, pembacaan puisi, dan menyanyi oleh penyandang disabilitas. Selain itu, penghargaan diberikan kepada lima desa yang berkontribusi dalam memfasilitasi penyandang disabilitas, yaitu Desa Kebonsari, Desa Sidoharjo, dan Desa Purwodadi (level utama), Desa Bragolan (mentor), serta Desa Keduren (replikasi desa inklusi).
Acara ini juga menghadirkan narasumber Achmad Luthfi Khakim, seorang content creator dan pemilik media lokal Pituruh News. Ia menyampaikan materi bertema “Berbisnis dengan Media Sosial di Era 4.0”, memberikan wawasan kepada para peserta tentang strategi memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan usaha dan memperluas jangkauan pemasaran.
Sebagai bentuk komitmen, Kecamatan Purwodadi telah menyelenggarakan kursus komputer untuk disabilitas, diikuti oleh 17 peserta. Program ini bekerja sama dengan SMK Muhammadiyah Purwodadi. Selain itu, Karang Taruna Desa Keduren juga menggelar kegiatan yang bertujuan menyetarakan hak dan pemberdayaan disabilitas di tingkat desa.
Sumarjono menambahkan, “Kami berharap semua elemen masyarakat dapat bersatu untuk menyamakan hak dan pemberdayaan disabilitas, sesuai amanat UU No. 8 Tahun 2018.”
Saat ini, DPO Dadi Mandiri memiliki 35 anggota aktif yang secara rutin mengadakan pertemuan bulanan dengan fasilitasi dari kecamatan. DPO juga menjalankan berbagai kegiatan pemberdayaan, seperti produksi ekoprint. Dukungan dari Puskesmas Bragolan, Bubutan, dan KUA Purwodadi juga turut memperkuat semangat para disabilitas melalui penyuluhan kesehatan dan agama.
“Semoga ke depan setiap desa dapat menyediakan dana desa untuk mendukung pelatihan, pemberdayaan, dan peningkatan usaha bagi disabilitas, baik secara individu maupun kelompok,” tutup Daliyo.